Minggu, 10 Januari 2016

Sajak Setengah Ngantuk

Detik ini,ditengah pagi yang datang diantara tidur nyenyak banyak jiwa yang terselimuti mimpi beralas angan,
Ketika mataku masih saja terbuka melihat cahaya yang melesat masuk di pelupuk hati yang masih saja menyimpan harapan akan cerahnya hari selasa,
Hari dimana aku tak sanggup berjalan tanpa indah matamu yang menjadi penopang bagi setiap langkahku,
Tuhan,bolehkah aku sedikit berbicara?!

Malam ini,tengah malam dimana bulan mulai lelah menyinari lelap setiap hati yang terlalu bersemangat menyiapkan pulasnya,
Ketika pikiranku jauh melayang diantara kertas putih yang terlalu pasrah untuk ternoda berbagai macam goresan warna tinta,
Aku terbangun diantara dengkuran penghuni kost-an hanya untuk sedikit mengingat senyum terindah yang kau lempar sabtu lalu,
Tuhan,maafkan aku yang secara sengaja mencuri bayang wajahnya!!

Hari ini,setelah berhasil menyelesaikan malam tanpa terlelap,dengan sengaja pula aku tak ingin menghabiskan hari bersama kasur,
5 gelas kopi hitam habis kuseduh dengan sedikit campuran gula agar tak terlalu manis dan tak terlalu panas,
Ya berharap saja nama lengkapmu yang akhirnya kutahu dapat menambah nikmatnya kopi dan menghangatkan pagi hingga malamku nanti,
Tuhan,aku bersyukur hari ini terasa sangat indah.

Besok pagi,akan dengan sigap ku terbangun menjejal mata,mendorong setiap langkah dengan bayangmu agar cepat kulihat senyummu,
Mungkin,besok merah wajahku akan menyapa pagimu yang kau rasa biasa namun tidak bagiku.
Dan mungkin juga,setiap halaman kertas dibuku yang sengaja kubeli akan selalu kusimpan wajahmu sebagai template agar selalu mewarnai tulisanku,
Tuhan,terima kasih,karyamu indah kurasa.

(N.O)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar